Alif Wiwid

Alif Wiwid

Senin, 08 Agustus 2016

Enggak Mau Blajar Bahasa Inggris? Gak Pengen Pinter Dong


ada pepatah "carilah ilmu sampai ke negeri Cina". kalau dibilang jauh ya emang jauh banget kan ya. tapi menuntut ilmu itu ibadah right? sama halnya jika kita belajar bahasa seperti yang akan di bahas dalam artikel ini. belajar bahasa, sudah termasuk usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah pengetahuannya. apakah yang dinamakan belajar itu harus belajar matematika atau agama saja? tentu tidak.

sekarang kita bahas tentang bahasa Inggris. kalau kita berbicara menggunakan bahasa Inggris apa iya kita berniat untuk berlagak keren dan sok luar negeri? "bodoh" ya mereka yang bilang demikian. itu bahasa internasional gengs. bukan bermaksud ngoyo untuk mempelajarinya. ini era modern, bahasa inggris itu bahasa internasional. siapa tahu kalau kita ada rejeki lebih terus main ke negara tetangga, kebetulan bisa ngomong inggris, kan lumayan bisa berkomunikasi sama orang bule. heheheeee. kalau kita kerja, dituntut untuk bisa bahasa inggris, terus gak mau gitu? ditendang keluar lo.

kalau memang tidak ingi belajar bahasa inggris ini yasudah itu hak setiap orang. mungkin mereka orang yang tidak pernah ingin maju. dan mereka yang doyan bilang orang yang mencoba mengucapkan bahasa ini sok jadi orang luar, itu orang-orang sirik. sirik itu tanda takmanpu loh. pesan saya jangan pernah malas belajar ya, apapun ilmunya, sikat daaahhhh....

love..


Wiwid

Selasa, 02 Agustus 2016

Peran Sosial Media dalam Pekerjaan


Hari gini tak punya facebook? Kalau twitter ada? Bbm, Whatsapp, Instagram, atau Line mungkin? Sudah jarang sepertinya dijaman yang seperti ini orang tak punya sosial media atau belum kenalan sama yang namanya internet. Anak kecil yang masih belajar di sekolah dasarpun sudah banyak yang aktif bertegur sapa dengan media-media sosial tersebut. Eits, tapi orang tua wajib mengawasi putra-putrinya ya. Teknologi yang semakin berkembang memang mempunyai dampak positif dan nrgatif. disini saya akan membahas peran sosial media dalam mencari pekerjaan.

Sudah banyak pengguna internet membuat iklan lowongan pekerjaan melalui media sosial. Jenisnya pun bermacam-macam. Tak hanya itu, para pencari kerjapun banyak yang menawarkan dirinya untuk bekerja sesuai bidang keahlian mereka masing-masing. Kita ambil contoh di media sosial Facebook. Di sana menjamur group-group yang menyediakan berbagai informasi tentang lowongan kerja. Pencari kerja bisa memilah mana pekerjaan yang cocok untuk mereka. Tanpa harus bertemu dengan pihak pengiklan terlebih dahulu, mereka bisa berkomunikasi lewat media sosial tersebut bertanya agar lebih jelas tanpa harus bertemu terlebih dahulu. Jika kesepakatan sudah didapat, barulah tahapan selanjutnya akan dikerjakan.

Selain itu media sosial juga merupakan ladang subur bagi para pembisnis yang akan menawarkan produk mereka. Kita juga tahu dengan adanya Instagram banyak toko online yang memajang produknya dan membuat pelanggan tertarik mengadopsi produk mereka sehingga terjadilah transaksi jual beli yang tanpa harus repot untuk beranjak keluar rumah. Pembei cukup mentransfer uang dan menunggu barang sampai di tangan dalam beberapa waktu. Disini dapat disimpulkan dengan adanya sosial media pekerjaan akan semakin mudah.

Just for Fun


Jaman semakin maju, perkembagan teknologi juga semakin cepat. Ini juga terjadi pada aplikasi edit foto yang dapat menyulap wajah berubah 180 derajat. Saya juga sempat tercengang ketika mendapati wajah saya yang jauh berbeda dengan kenyataannya. Mari kita cek perbedaan wajah saya dengan make up asli dan the power of edit foto. Awas,, postingan ini hanya untuk hiburan dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.

Foto dengan make up asli


Dan ini yag telah diedit

Senin, 01 Agustus 2016

Fashion Design Competition Jogja Fashion Week 2015 Part 2


The Show is begin!!! Ini dia beberapa foto yang didapat dari seorang teman yang bersedia hadir memenuhi undangan saya.


Kita yang biasa, jika mau berusaha dan bekerja keras pasti akan mampu mewujudkan impian kita. ingat, jika Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan Dia pasti akan memberi apa yang kita butuhkan.

Fashion Design Competition Jogja Fashion Week 2015 Part 1


Tahun 2015, beberapa hari sebelum ulang tahun saya yang ke-23, ada kabar yang membuat saya benar-benar jatuh cinta. Semakin jatuh cinta pada dunia yang melingkupi hobi saya yakni fashion. Mendengar kabar bahwa saya masuk sebagai lima puluh finalis yang berkesempatan memeragakan dua baju hasil rancangan kami.

Untuk penjurian kami harus berangkat ke Jogja sekitar sepuluh hari sebelum baju diperagakan model saat fashion show. Ditahap ini kami harus mempresentasikan karya kami pada tiga juri yang siap 'mengeksekusi' kami. yang saya rasakan saat itu pastinya tegang, namun dalam hati tetap berdoa agar semuanya lancar. Dapat banyak kritik, tapi juga dapat banyak saran dari para senior designernya Indonesia. Yang pasti kita juga mendapat teman-teman baru yang sangat menginspirasi dan mau berbagi pengalaman.

Berikut beerapa foto yang melukiskan ekspresi saya saat itu.